Rabu, 18 Mei 2016

Faktor Penyebab Anak Melakukan Kekerasan

Sampurasun sadayana..
Salam warna warni, Katumbers ...
Setelah sebelumnya Katumbiri memposting artikel yang pertama seputar Gangguan Tidur (Sleep Disorder), untuk postingan selanjutnya, penulis mau merubah nama panggilan untuk penulis 'nih. Rasanya kurang coocok yaa kalau dipanggil Katumbiri. So, mulai sekarang panggilan penulis cukup Mbi atau Neng Mbi aja yaa. Okay, kita lanjutkan artikelnya..

Katumbers, pasti kalian sering lihat 'kan berita di televisi maupun media pemberitaan online tentang maraknya kasus kekerasan atau disebut juga bullying yang pelaku dan korbannya adalah anak-anak di bawah umur. Mbi sangat miris kalau mendengar kejadian seperti itu. Anak-anak yang seharusnya masih polos dan mengisi waktunya hanya untuk bermain serta belajar justru berubah menjadi "monster" menakutkan yang sampai mampu menghilangkan nyawa sesamanya. Merinding yaa.

Bukan hanya itu, hal yang baru-baru ini terjadi mengenai kasus kekerasan seksual dan pembunuhan sadis yang menimpa saudara kita almh. Yuyun sangat amat memilukan hati semua orang. Yang membuat Mbi semakin prihatin adalah dibalik kesadisan yang melampaui batas itu ternyata beberapa diantara pelaku adalah anak di bawah umur. Anak yang begitu manis, rajin dan berprestasi, hidupnya harus berakhir dengan tragis di tangan anak seumurannya yang seharusnya sedang menikmati indahnya masa sekolah, bermain dan berkreasi mengembangkan bakatnya. Dan masih banyak lagi kasus kekerasan yang terjadi di kalangan anak-anak. Sangat menyedihkan.

Dari banyaknya kasus kekerasan yang dilakukan anak di bawah umur, membuat Mbi ingin tahu sebenarnya apa saja faktor yang menyebabkan anak-anak menjadi sekejam itu? Seringkali sebagai orang tua, kita lebih mengkhawatirkan anak kita menjadi korban bullying. Padahal anak kita bukan hanya berpotensi menjadi korban tapi juga berpotensi menjadi pelaku. Tidak mau juga 'kan kalau anak kita menjadi pelaku kekerasan? Maka dari itu, kita perlu tahu apa saja faktor yang menyebabkan anak melakukan kekerasan.

Dari beberapa sumber dan apa yang Mbi perhatikan di lingkungan sekitar, Mbi menyimpulkan beberapa faktor penyebab anak jadi pelaku bullying, yaitu :

1. Game dengan Adegan Kekerasan dan Seks
Wah, siapa sangka game selama ini dianggap sebagai hiburan dan sarana membangun kreatifitas anak tapi justru di dalamnya terdapat adegan yang dapat merusak mental dan moral anak kita. Mbi tahu faktor yang satu ini memang benar berpengaruh pada mental anak dari seorang anak usia 10 tahun yang memiliki riwayat beberapa kali melakukan kekerasan pada teman sebayanya. Setelah melakukan pendekatan, anak ini bercerita pada Mbi apa yang dia lihat di game favoritnya dan menurut dia permainan itu menampilkan adegan pembunuhan sadis yang menurutnya keren. Mbi cuma bisa mengelus dada, Mbi saja merinding mendengar cerita anak itu tentang game favoritnya. Mbi lebih kaget lagi saat melihat di beberapa artikel bahwa ada banyak game yang dimainkan anak di bawah umur menampilkan adegan kekerasan bahkan adegan seksual. Selama ini Mbi memang tidak tau perkembangan game jaman sekarang sudah sampai sejauh itu. Menurut banyak sumber, game dan beberapa media lainnya seperti tayangan televisi serta adegan dalam film mempengaruhi perilaku anak hingga 80%. Bahkan, Kemendikbud sudah menetapkan 15 game yang dinilai berbahaya untuk anak. Maka, kita sebagai orang dewasa harus lebih teliti mengawasi permainan dan hiburan apa saja yang dilihat oleh anak-anak atau saudara kita.

2. Kurang Perhatian Orang Tua
Untuk faktor yang satu ini cukup banyak pengaruhnya terhadap mental anak, salah satunya menyebabkan anak melakukan kekerasan untuk menarik perhatian orang lain. Sebagian anak justru merasa dengan melakukan kekerasan pada temannya akan membuat anak menjadi lebih dianggap memiliki peran dan berpengaruh di lingkungannya. Jika sudah begini, teguran dari guru maupun orang tua Mbi rasa kurang efektif bagi sebagian kasus karena menurut yang Mbi tahu, pada kenyataannya lingkungan sekitar justru kebanyakan memarahi atau menghukum anak dan membuat anak merasa semakin tertekan dan bisa melakukan hal yang lebih nekat lagi. Kurangnya perhatian orang tua sering dikaitkan dengan istilah broken home atau perceraian orang tua si anak. Benarkah? Menurut Mbi dari apa yang Mbi amati, yang salah bukanlah perceraian orang tua si anak melainkan ke"profesional"an orang tua dalam menjalankan perannya. Banyak juga anak yang memiliki orang tua yang utuh tapi kurang mendapatkan perhatian dari orang tuanya, salah satu penyebabnya kebanyakan adalah sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Dan sebaliknya, anak yang orang tuanya mengalami perceraian justru  bisa lebih bahagia karena orang tua mampu memberi pengertian terhadap anak mereka dan tetap profesional untuk urusan tanggung jawab terhadap anak. Selain itu kekerasan antara orang tua yang terjadi saat konflik sebelum perceraian itulah yang membuat anak meniru perilaku bullying. Jika sampai harus terjadi perceraian, yang dibutuhkan oleh anak adalah penjelasan yang tepat, kasih sayang, dan jangan menunjukkan konflik orang tua di hadapan anak.

3. Pernah Menjadi Korban
Jika seorang anak pernah menjadi korban, maka memiliki kecenderungan untuk membalaskan apa yang mereka alami. Dan tindakan yang mereka lakukan pun bisa jadi meniru atau bahkan lebih kejam dari pelaku yang dulu menyakitinya. Korban disini bukan hanya mereka yang menjadi korban bullying di luar rumah, tapi bisa jadi anak menjadi korban kekerasan di rumahnya sendiri. Yapp, orang tua kerap kali meluapkan emosinya dengan kekerasan kepada anak mereka. Entah dengan maksud mendidik atau memang kelepasan, tindak kekerasan dari orang tua pada anak akan berakibat sangat fatal untuk si anak. Karena pernah menjadi korban juga sebagian anak justru ingin menunjukkan pada sekitarnya bahwa dia bukanlah orang yang lemah dan mampu melakukan kekerasan juga terhadap orang lain. Apalagi jika anak mendapat tindak kekerasan dari orang tuanya sendiri, mereka akan menganggap kekerasan adalah hal yang wajar dilakukan. Lagi-lagi pengertian dari lingkungan sekitar sangat dibutuhkan.

4. Dikucilkan Oleh Lingkungan Sekitar
Seorang anak, bahkan orang dewasa pun memiliki naluri ingin diakui keberadaannya. Apalagi bagi seorang anak yang sedang dalam masa pencarian jati diri. Berbeda tipis dengan kurangnya perhatian, faktor ini mungkin saja lebih kompleks lagi. Mbi pernah mengamati langsung, seorang anak yang dikucilkan oleh lingkungannya, misalnya di sekolah apalagi dalam keluarga. Entah dikucilkan karena kekurangannya atau penyebab lain, yang jelas anak akan merasa keberadaannya tidak diinginkan oleh lingkungannya. Hal seperti ini bisa jadi membuat anak melakukan kekerasan pada temannya agar lingkungannya mengakui keberadaannya, anak juga bisa jadi ingin menunjukkan pemberontakan dalam dirinya dengan melakukan kekerasan agar lingkungannya tau dirinya tidak terima diperlakukan begitu (dikucilkan), bahkan mungkin anak ingin dianggap jagoan terutama pada anak laki-laki agar anak lebih diperhitungkan dalam pergaulannya.


Itulah beberapa faktor yang Mbi simpulkan sebagai penyebab anak melakukan tindak kekerasan. Jika kita dalami, intinya semua faktor tersebut berasal dari lingkungan yaa, Katumbers. Terutama keluarga, karena keluarga adalah sekolah pertama yang dijalani anak. Maka sebisa mungkin, hindari untuk berperilaku kasar di hadapan anak, apalagi melakukan kekerasan kepada anak-anak di sekitar anda. Mendidik anak itu bukan dengan kekerasan yaa Katumbers, tapi dengan pengertian dan kasih sayang.

Mari, mulai sekarang kita lebih memperhatikan anak kita dan bukan mengekang mereka tapi membimbing mereka. Kita tidak bisa menyamakan jalan pikiran anak dengan jalan pikiran kita, maka pahamilah dulu apa yang dirasakan oleh anak dan ajaklah anak untuk berdiskusi layaknya seorang sahabat. Semoga untuk ke depannya, tidak ada lagi kasus kekerasan terutama yang pelaku dan korbannya adalah anak di bawah umur.

Hatur nuhun, Katumbers.. ^^
Terima kasih sudah mampir di Catatan Katumbiri. ^^


Senin, 16 Mei 2016

Jenis-Jenis Gangguan Tidur (Sleep Disorder)

Salam warna warni, Katumbers..
Kali ini Katumbiri mau berbagi sedikit informasi tentang Gangguan Tidur atau bahasa planet kerennya yaitu Sleep Disorder. Jadi, untuk Katumbers yang mengalami gangguan tidur atau perlu informasi tentang Gangguan Tidur silahkan lanjutkan membaca yaa..

Katumbiri hanya memiliki sedikit pengalaman di dunia kesehatan dan Katumbiri bukan seorang tenaga medis profesional yaa, jadi apa yang dibagikan di sini adalah kesimpulan dari hal-hal yang pernah dipelajari dan berdasarkan pengalaman pribadi Katumbiri saja. Baiklah, yuk kita mulai penjelasannya...

Gangguan tidur atau Sleep Disorder bukanlah suatu penyakit, tapi merupakan gejala yang disebabkan beberapa faktor pencetus. Berikut ini Katumbiri punya beberapa contoh gangguan tidur dan sedikit penjelasannya :

1. Parasomnia
    Parasomnia adalah perilaku yang dilakukan saat seseorang sedang tidur dan mengganggu kualitas tidurnya, misalnya mengigau, mimpi buruk, tidur berjalan, dll. Biasanya gangguan ini terjadi pada anak-anak, namun bukan tidak mungkin orang dewasa juga mengalaminya.

2. Mendengkur
    Hayoo, siapa Katumbers yang suka ngompol ngorok pada saat tidur? Pasti banyak yaa, siapa sangka ternyata mendengkur itu bisa berakibat fatal lohh. Menurut informasi yang Katumbiri dapatkan, mendengkur ini dapat memicu penyakit jantung dan stroke. Bahkan, pada tahap lanjut bisa terjadi sleep apnea atau berhentinya nafas secara periodik pada saat tidur. Hiiiy, sereum yaa, Katumbers..

3. Narkolepsi
   Nah, yang suka mendadak ngantuk berat di siang hari, mungkin saja Katumbers mengalami Narkolepsi. Narkolepsi atau kadang disebut sleep attack adalah rasa ngantuk yang tidak bisa ditahan dan muncul secara tiba-tiba pada siang hari. Sementara ini, belum diketahui penyebab pasti seseorang mengalami gangguan ini, tapi diduga karena kerusakan genetik sistem saraf pusat yang menyebabkan tidak terkendalinya periode tidur.

4. Hipersomnia
    Katumbers pasti pernah dengan Insomnia dong? Nah, Hipersomnia ini adalah kebalikan dari Insomnia. Jadi, kalau penderita Insomnia itu masalahnya adalah sulit tidur, maka penderita Hipersomnia ini justru mengalami tidur yang berlebihan terutama di siang hari. Beberapa sumber mengatakan, gangguan ini dapat disebabkan oleh kerusakan system saraf, gangguan pada hati atau ginjal, hipertiroid dan kondisi tertentu lainnya.

5. Insomnia
     Gangguan Tidur yang terakhir yaitu Insomnia. Rasanya sudah gak asing yaa kalau gangguan tidur yang satu ini. pasti banyak diantara Katumbers yang mengalaminya, bahkan Katumbiri sendiri sering mengalaminya. Saat menulis artikel ini pun Katumbiri sedang mengalami insomnia.
   Menurut sumber yang Katumbiri dapatkan, Insomnia adalah suatu gangguan tidur yang dialami oleh penderita dengan gejala-gejala selalu merasa letih dan lelah sepanjang hari dan secara terus menerus mengalami kesulitan untuk tidur atau selalu terbangun di tengah malam dan tidak dapat kembali tidur. Penderitanya cukup banyak, namun keluhan ini dinilai wajar apabila dialami oleh lansia karena memang waktu tidur pada lansia sudah berkurang. Katumbiri belum mempelajari mengenai pola tidur lansia, mungkin nanti bisa kita bahas di postingan lain yaa. Karena banyak penderitanya disini Katumbiri akan bahas sedikit lebih panjang mengenai Insomnia.
   Insomnia itu bukan penyakit lohh, kesulitan tidur ini adalah akibat dari macam-macam faktor, diantaranya :
Stress
    Faktor utama Insomnia adalah kangen Stress, maka gak aneh kalau Insomnia menjadi gangguan tidur favorit yang paling banyak dialami seseorang karena stress itu sendiri banyak sekali pemicunya dan dialami hampir semua kalangan usia. Bayi pun bisa stress lohh, Katumbers. Kalau berada di lingkungan yang kurang nyaman bayi atau anak-anak juga akan sulit tidur karena mereka tidak nyaman, merasa takut, cemas, dll. Lalu, anak sekolah juga pasti mengalami stress, biasanya menjelang ujian nasional atau bahkan tekanan di sekolah, jadi korban bullying misalnya. Kalau anak muda biasanya masalahnya itu soal hati 'nih. Jatuh cinta juga bisa bikin seseorang jadi sulit tidur, apalagi pasangan LDR *curcol*, dan kalau yang namanya putus cinta gausah ditanya yaa, mungkin bisa gak tidur semalaman, hihihi. Selain itu, untuk orang dewasa lebih kompleks lagi penyebab stress nya, masalah keuangan, punya bos yang mulutnya kayak mercon masalah pekerjaan, keluarga, dll.

- Jam Kerja Shift
   Bagi pekerja yang punya jadwal kerja shift, sudah pasti akan mengalami gangguan tidur, karena kadang malam dijadikan siang dan siang dijadikan malam.  Sedangkan, tidur malam itu gak bisa digantikan oleh tidur siang lohh. Itu sebabnya penderita insomnia akan merasa lelah dan letih di siang hari walaupun sudah tidur siang.

- Efek Samping Obat
  Kadang-kadang, beberapa orang yang sensitif pada kandungan obat tertentu bisa juga mengalami sulit tidur. Jika memang sudah sembuh, maka sebaiknya segera dihentikan agar pola tidur kembali membaik.

- Asupan Nutrisi
  Penggemar kopi terutama, disarankan jangan minum kopi di malam hari yaa, karena kandungan kafein yang terdapat pada kopi juga dapat menyebabkan sulit tidur. Makan terlalu kenyang di malam hari apalagi yang pedas atau asam juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada lambung sehingga mengakibatkan sulit tidur. Tapi kalau perut lapar juga pasti gak bisa tidur yaa, jadi disarankan makan secukupnya saja maksimal jam 7 malam.

- Olahraga di Malam Hari
  Mitos yang satu ini memang cukup menyesatkan yaa. Sebagian orang bilang, kalau kita olahraga di malam hari akan membuat tubuh lelah sehingga dapat tidur dengan nyenyak. Menurut Katumbiri ini salah yaa, beberapa sumber juga sependapat. Saat olahraga, tubuh mengalami pembakaran sehingga untuk sebagian orang tidak akan bisa tidur hingga bebearapa jam ke depan bahkan justru lebih segar setelah olahraga. Jadi disarankan olahraganya di pagi hari saja yaa.


Nah, itulah penyebab-penyebab dari Insomnia. Jadi, solusi untuk mengatasi insomnia disarankan bukan dengan minum obat tidur. Lebih baik diatasi dengan cara menghindari faktor penyebabnya. Beberapa minuman seperti teh camomile juga cukup membantu untuk mengatasi sulit tidur. Selain itu, atur cahaya lampu agar tidak terlalu terang, disarankan lebih baik tidur dalam kondisi gelap. Mendengarkan musik ringan sebelum tidur atau ucapan selamat tidur dari pasangan menghirup aroma terapi yang menenangkan juga bisa membantu mengurangi stress sehingga memudahkan kita untuk tidur nyenyak. Intinya, pastikan sebelum tidur kita sudah dalam keadaan tenang, lupakan sejenak berbagai masalah, dan jangan lupa berdoa.

Gimana, Katumbers? Apakah artikel ini cukup membantu? Semoga membantu yaa. Bagi katumbers yang mau bertanya atau punya info lebih lengkap, bisa berbagi di kolom komentar.

Hooaaahmm..Katumbiri sudah mulai ngantuk nih.

Sekian dulu yaa postingan kali ini. Mohon maaf apabila masih banyak kekurangan, dan terima kasih sudah mampir di Catatan Katumbiri. ^^
 

Arti Katumbiri

Halo semua...!! 

Seneng 'deh, akhirnya bisa juga bikin postingan pertama ini.

Sebelum Katumbiri cerita panjang lebar tentang blog ini, mungkin ada yang mau tau, apa sih Katumbiri itu? Katumbiri itu adalah bahasa sunda yang artinya pelangi. Kalau orang sunda pasti tau dong yaa. Maka dari itu, penulis membuat judul Catatan Katumbiri untuk blog ini. Bukan karena nama penulisnya pelangi yaa, tapi karena nantinya penulis akan memposting tulisan yang temanya beraneka ragam, warna warni seperti pelangi, dan harapannya blog ini bisa seindah pelangi, disukai bahkan ditunggu kehadirannya oleh banyak orang.

Di blog ini, Katumbiri akan membagikan berbagai artikel dan tips menarik untuk para penonton pembaca semua, mulai dari artikel seputar kesehatan, kecantikan, resep kue dan masakan, fashion, dll. Bukan hanya itu, pembaca juga bisa konsultasi, bahkan ngegosip curhat sama Katumbiri. Tapi, kayaknya pembaca blog ini lebih enak disebut Katumbers aja yaa? Biar lebih cooccok akrab gitu, xixixi..

Katumbiri seneng banget kalau ada diantara Katumbers semua yang mau berbagi dengan kami. Entah itu berbagi uang tips, berita terbaru, ataupun yang butuh tips atau solusi untuk masalahnya boleh kirimkan semua lewat email katumbiri.owner@gmail.com . Sebisa mungkin Katumbiri akan menjawab setiap email masuk, dan yang mau tips atau artikelnya diposting kami akan posting dengan mencantumkan nama kalian.

Oke, Katumbers semua, karena Katumbiri masih pemula sebagai penulis blog, mohon maaf yaa kalau ada banyak kekurangan. Tapi Katumbers semua bisa kasih kritik maupun saran untuk Katumbiri, supaya penulis bisa menyajikan artikel yang lebih baik lagi.

Sekian dulu yaa, silahkan tunggu postingan Katumbiri selanjutnya.
Terima kasih udah mampir di Catatan Katumbiri ^^